image1 image2 image3 image4 image5

HI I'M ADE PERMATA SURYA|NUTRITIONIST AND MBA HOLDER|BIG DREAMER WITH MORE ACTION|LET'S GIVE IMPACT AND CHANGE THE WORLD!







THE INNOVATIVE LEADER




Baru-baru ini saya sangat termotivasi dengan segala hal yang berbau leadershipatau kepemimpinan. Karena saya merasa setiap manusia terus dituntut untuk selalu berkembang, dari hari kehari saya percaya banyak perubahan yang telah saya alami, salah satunya belakangan ini banyak tuntutan dan tawaran agar saya menjadi seorang leader atau ketua dalam beberapa kegiatan yang tidak biasa serta membutuhkan usaha yang besar.  Menjadi seorang pemimpin dan penggerak bukan hal baru untuk saya, tapi menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan anggotanya berinovasi adalah hal baru. Saya masih mengetuai suatu study club, suatu departemen LSM dan satu departemen Komunitas Hijau. Namun disisi lain saya diminta untuk menjadi kepala suatu proyek kesehatan dari LSM nasional tersebut,  dan diwaktu bersamaan pula saya pun mengetuai dua kelompok Keilmuan, satu Lomba Karya Tulis dan satunya lagi PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa) yang bermuara di PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Menjadi ketua dalam lomba keilmuan menantang saya untuk bisa menjadi the next innovative leader dan saya ingin sekali membawa tim saya untuk dapat menciptakan inovasi-inovasi terbaru dalam menghasilkan sebuah karya, pada akhirnya saya memiliki visi untuk meraih kemenangan, “menguningkan” Kota Yogya dan Banjarmasin  serta mengharumkan nama UI ditingkat Nasional. Karena itu saya membeli buku “The Innovative Leader” karya Paul Sloane. Berikut saya akan mengulas synopsis isi buku tersebut. Semoga bermanfaat.

Umumnya, mayoritas orang takut akan perubahan. Mereka takut pada ketidaktahuan. Ada keengganan mengambil resiko. Hal ini terutama berlaku dalam sebuah perusahaan yang sukses. Dengan demikian jelas bahwa kesuksesan dapat menjadi musuh inovasi – untuk apa mengacaukan sebuah model yang terbukti ampuh membawa kesuksesan?



Mengatasi ketakutan akan perubahan adalah sasaran utama para pemimpin inovatif. Mereka seakan-akan memiliki kebutuhan untuk berhadapan langsung dengan masalah ini. Mereka mengikutsertakan beberapa orang dalam sebuah dialog atau diskusi tentang resiko dan keuntungan dari melakukan hal yang sama atau melakukan inovasi.



Pemimpin-pemimpin inovatif haus akan perubahan, mereka mengganti kenyamanan berpuas diri dengan kehausan akan ambisi: “Kita melakukannya dengan baik, tetapi kita tidak dapat berpuas diri dengan kemenangan yang kita peroleh-kita harus melakukannya lebih baik lagi.”



Jika anda ingin mengajak segenap pegawai Anda untuk bergabung dalam proses pencarian maka berceritalah, karena anda tidak dapat bergantung pada buku-buku panduan dan slide power point. Ceritakanlah mengenai diri anda, pengalaman belajar, kesalahan-kesalahan yang telah anda perbuat, dan cerita yang dapat menginspirasi lainnya.


Salah satu cara yang dapat anda gunakan untuk mendorong orang agar melakukan tindakan inovatif adalah dengan melemparkan sebuah tantangan. Berikan target yang spesifik dan mintalah mereka untuk memenuhinya. Misalnya dengan bertanya “Bagaimana kita dapat…?” contohnya bagaimana kita dapat memenangkan perlombaan ini? Umumnya, ketika menghadapi masalah yang pelik kita tergoda untuk segera mengemukakan ide-ide kita sendiri, atau bahkan memaksakan solusi-solusi ala kita. Jika memang benar demikian adanya, yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa anda tidak bertanya pada beberapa orang untuk mendapatkan ide terbaik guna mengatasi masalah tersebut? Minta mereka buat daftar solusi (kreatif) terhadap masalah yang anda hadapi. Setelah itu, diskusikan solusi-solusi yang ada dengan cara yang konstruktif.

Inovasi datang dari orang-orang yang marah dan terdesak (Tom Peters). Inovator merasa tidak bahagia dengan nasibnya. Ia tidak sabar menanti datangnya perubahan. Jadi jika anda menginginkan kehadiran innovator dalam diri anda, carilah orang-orang yang bergairah akan ide-ide yang ada dikepalanya, yang tidak menyerah pada status quo, yang tidak sabar akan adanya perubahan, dan yang muak dengan hambatan-hambatan yang ditempatkan di jalan mereka.

Selain itu pemimpin inovatif merasa nyaman dengan ambiguitas. Mereka adalah sosok yang, di satu sisi memicu kebakaran dan di sisi lain pemadam kebakaran. Umumnya para pemimpin memulai sebuah inisiatif dan menindaklanjutinya dengan mengajukan pertanyaan ketika prosesnya berjalan; proyek-proyek yang tidak sukses dipangkas. Namun beberapa orang menanggapinya dengan frustasi. Mereka bertanya “Mengapa ia selalu meminta kami untuk mencoba hal-hal baru dan menghentikannya ketika hal itu mulai mengasyikkan?” jawabannya adalah: hanya dengan mencoba banyak hal baru dengan cara berbeda kita akan menemukan inisiatif baru yang radikal, yang sangat kita butuhkan.

So, sudah siapkah Anda menjadi The Next Innovative Leader???
Source:
Sloane, Paul. 2012. The Innovative Leader- 90 Kiat Jitu untuk Memicu dan Memacu Kreativitas Tim Anda. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.










Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.