image1 image2 image3 image4 image5

HI I'M ADE PERMATA SURYA|NUTRITIONIST AND MBA HOLDER|BIG DREAMER WITH MORE ACTION|LET'S GIVE IMPACT AND CHANGE THE WORLD!

BRAGOLOGUES: CARA JITU MENJUAL DIRI











BRAGOLOGUES: CARA JITU MENJUAL DIRI

Rangkumlah Prestasi Anda Menjadi Sebuah Cerita




Dirangkum dengan kutipan langsung dari buku terjemahan karya Peggy Klaus (Konsultan dan Dosen Harvard) “JANGAN ANGGAP SEPELE SOFT SKILLS: Keterampilan yang Dipraktekkan Orang Cerdas di Tempat Kerja.”

“Apa yang membuat diri anda diingat orang?”
Jika jawaban anda adalah satu rangkaian pernyataan “saya”, terlebih dengan suara monoton. Saya yakin tidak aka nada orang yang terkesan dan mampu mengingatnya. Contohnya, “Saya Kuliah di …, Saya bergelar master dalam jurusan ..., Saya bergabung di bidang telekomunikasi dengan operator nirkabel. Pada tahun 2000, saya dipromosikan menjadi kepala manajemen proyek dalam layanan perusahaan.”

Ada cara baik dan ada cara yang tidak begitu baik untuk mempromosikan diri. Kita semua akrab dengan membanggakan diri yang buruk; berbicara nonstop, menyela, melebih-lebihkan, berbohong, menjatuhkan nama baik orang lain, dan sebagainya. Selain itu ada daftar yang tidak dapat ditoleransi seperti: “Saya melakukan ini, melakukan itu, dan juga melakukan hal lain, bla bla bla.” Percayalah, hal itu tidak tepat untuk membuat Anda berhasil diingat, karena itu tidak hanya membosankan dan memegahkan diri, tetapi juga seperti orang membaca cepat daftar prestasi di masa lalu.

Sebaliknya, cara membanggakan diri yang baik adalah mengonversi semua pertanyaan “saya” menjadi potongan-potongan percakapan dan kisah, untuk disampaikan dengan antusiasme yang persis seperti saat Anda memberi tahu teman tentang sebuah perjalanan yang menarik yang baru saja Anda alami. Hal itu disebut “bragologue”, yaitu gabungan ‘monolog’ (berbicara sendiri) dengan ‘brag’ (membanggakan diri).

Bragologues menarik untuk didengar dan merupakan sebuah cara canggih yang membuat orang berfikir tentang Anda dengan cara yang Anda inginkan. Materi-materi bragologue terjalin bersama beberapa informasi yang mudah diingat atau mengesankan yang disebut “gigitan bualan”. Hal ini bisa berupa potongan-potongan fakta yang relevan, seperti klien yang bekerja sama dengan Anda, berapa lama Anda telah bekerja di perusahaan atau di proyek yang Anda baru selesai kerjakan.

Bragologue ini diasosiasikan dengan “presentasi lift lima belas detik”. Anda bertemu pimpinan di lift. Cepat, apa yang Anda katakan? Anda memiliki 15 detik untuk memperkenalkan diri dan menarik perhatiannya. Bragologue juga berguna saat pesta koktail, saat konferensi, di pesawat terbang, atau kapanpun orang bertanya apa yang anda kerjakan sebagai mata pencaharian. Ini juga berguna saat anda presentasi namun tidak ada orang yang ditugaskan untuk memperkenalkan Anda kepada para pendengar. Contoh bragologue dapat dilihat dari beberapa contoh percakapan di kehidupan nyata di bawah ini.


Contoh 1:
Noah, apa yang paling Anda banggakan?
Jawaban buruk :
“Saya seorang manajer penjualan yang hebat karena saya berhubungan sangat baik dengan orang lain. Pada akhir bulan, saya selalu mencapai peringkat teratas.”
Bragologue:
“Anda tahu, ketika pertama kali dipekerjakan sebagai manajer penjualan, saya tidak tahu apa yang cocok dengan keterampilan dan kepribadian saya. Pekerjaannya mencakup segala sesuatu yang saya cintai dan saya lakukan dengan baik, seperti keterampilan berorganisasi, kemampuan mengeluarka  yang terbaik dari diri seseorang, dan pengalaman bertahun-tahun di penjualan, yang benar-benar membantu saya memahami apa yang dialami oleh tim saya.”

Contoh 2
Stephanie, katakana apa yang anda kerjakan dan bagaimana anda masuk ke bisnis ini?
Jawaban buruk:
“Saya bekerja di sebuah perusahaan asuransi jiwa. Bagi anda yang mengenal asuransi jiwa, bisnis ini cenderung sangat konservatif, tetapi saya bekerja di bagian teknologi informasi dan benar-benar bertanggung jawab memperkenalkan teknologi baru untuk perusahaan.”
Bragologue:
Saya telah bekerja selama lebih ari sepuluh tahun di sebuah perusahaan asuransi jiwa besar, yang di dalamnya saya memulai dari tingkat dasar di bidang teknologi informasi, yang secara harfiah kantor saya memang ada di ruang bawah tanah gedung di bagian help desk. Karena rasa ingin tahu tentang bisnis dan dorongan diri sendiri, saya pindah dari help desk ke lapangan, dan kemudian sesuatu yang baru muncul, yaitu internet. Tentu saja, karena saya bekerja di industry asuransi jiwa yang konservatif, setiap orang di perusahaan berfikir bahwa ini akan menjadi sebuah tren yang akan segera mereda. Namun, saya yakin bahwa itu tidak akan terjadi, dan saya mampu meyakinkan atasan saya bahwa ada peluang di sana. Saat itu kami mengembangkan keberadaan online dengan membuat situs perusahaan. Tentu saja, saat ini pelanggan kami bisa melakukan semuanya di situs kami.”

Contoh 3:
Carla, saya dengar anda baru saja mendapat promosi. Selamat!
Jawaban buruk:
“Ya, sekarang saya menjadi kepala staf untuk presiden organisasi nirlaba internasional yang terkenal.”
Bragologue:
“Saya rasa kita belum pernah bertemu lagi sejak saya dipromosikan menjadi kepala staf untuk presiden. Setelah bekerjasama dengan beliau selama tiga tahun terakhir, saya sekarang resemi menjadi orang kepercayaannya. Proyek terakhir yang kami kerjakan meliputi perluasan kampanye donor utama dan penambahan dewan direksi. Kami juga akan melihat keseluruhan organisasi secara utuh agar melihat perbaikan apa yang diperlukan. Salah satu bagian baru dari pekerjaan yang paling saya nikmati adalah perjalanan. Saya baru saja kembali dari misi pencari fakta ke Vietnam. Itu adalah perjalanan luar biasa, dan saya senang menjadi bagian dari organisasi dalam posisi baru.”

Tujuan bragologue adalah memiliki berbagai gigitan bualan yang dapat dirangkai menjadi bragologue yang segar dan relevan, tapi tidak basi, hanya dalam waktu singkat. Sekali saja seseorang membingkai kisah dan prestasinya menjadi cerita-cerita yang menghibur dan hidup, hari-hari membanggakan diri secara buruk pasti berakhir.

sumber:

Klaus, Peggy. 2012. Jangan Anggap Sepele Soft Skills. judul asli “The Hard Truth about Soft Skills”Jakarta: Libri.

sumber pict: sme-blog.com

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.