image1 image2 image3 image4 image5

HI I'M ADE PERMATA SURYA|NUTRITIONIST AND MBA HOLDER|BIG DREAMER WITH MORE ACTION|LET'S GIVE IMPACT AND CHANGE THE WORLD!

Faktor Dominan Dalam Menentukan Frekuensi Konsumsi Fast Food Modern (Contoh Skripsi Ilmu Gizi)













Wisuda Mahasiswa S1 Gizi UI, gelar S.Gz

Faktor Dominan Dalam Menentukan Frekuensi Konsumsi
Fast Food Modern pada Siswa-Siswi SMA Negeri
Di Kecamatan Tangerang Kota, Kota Tangerang, Tahun 2013

Ade Permata Surya; Prof. Dr. dr. Kusharisupeni D, M.SC; 104 hal; 11 lamp.

(Contoh Skripsi Ilmu Gizi berupa manuskrip/ ringkasan)

Tingginya frekuensi konsumsi fast foodberdampak pada rendahnya kualitas diet dan kejadian obesitas, yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif (WHO, 2012; Ramachandran & Snelatha, 2010). Pada anak-anak, overweight juga dapat meningkatkan risiko rendahnya percaya diri, tanda-tanda depresi, dan adanya stigmatisasi serta diskriminasi dari teman-teman mereka (Shin, N.Y. & Shin,M.S., 2008; Zametkin et al., 2004).Banyaknya sekolah yang berjarak dekat dengan restoran fast food (33% berjarak <400m), juga akses yang mudah untuk membeli fast food di Wilayah Kecamatan Tangerang Kota, maka timbul keinginan dari penulis untuk menganalisis apakah faktor dominan dalam menentukan frekuensi konsumsi fast food modern pada siswa-siswi SMA Negeri di Kecamatan Tangerang Kota, Kota Tangerang  tahun 2013.
Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 178 responden. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri yang berada pada wilayah Kecamatan Tangerang Kota, yaitu SMA Negeri 1 Tangerang, SMA Negeri 2 Tangerang dan SMA Negeri 7 Tangerang pada bulan April 2013. Variabel independen dalam penelitian ini adalah frekuensi konsumsi fast food, sedangkan variabel dependennya adalah karakteristik individu (jenis kelamin, pengetahuan gizi, preferensi fast food), karakteristik anggota keluarga (pendidikan terakhir ibu dan status pekerjaan ibu), lingkungan (aksesibilitas: jarak sekolah terhadap restoran fast food, kemudahaan akses, uang saku; pengaruh peer group). Cara pengukuran variabel menggunakan kuesioner, Food Frequency Questionnaire, observasi lapangan dan aplikasi Google Maps GeocodingJava Script versi 2.0. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square untuk analisis bivariat dan uji regresi logistik ganda untuk analisis multivariat
Hasil menunjukkan sebanyak 62% responden mengonsumsi fast food  dalam frekuensi sering, terdapat perbedaan proporsi yang signifikan pada pendidikan terakhir ibu (p=0,045), status pekerjaan ibu (p=0,037) dan uang saku (p=0,003) dalam menentukan frekuensi konsumsi fast food. Setelah diuji secara multivariat, hanya uang saku yang menunjukkan p value secara signifikan (p=0,013) dengan interpretasi siswa yang memiliki uang saku besar beresiko 2,566 kali sering mengonsumsi fast food  dibandingkan siswa yang memiliki uang saku kecil setelah dikontrol variabel pendidikan terakhir ibu, status pekerjaan ibu, jarak sekolah terhadap restoran fast food, dan kemudahan akses.
Uang saku merupakan faktor dominan, semakin tinggi uang saku yang dimiliki maka semakin tinggi aksesibilitas, sehingga semakin tinggi pula frekuensi konsumsi fast food, meskipun akses jarak dekat, tetapi apabila responden tidak memiliki akses uang saku yang cukup (besar) untuk membeli fast foodmaka kecil kemungkinan bagi responden untuk membeli fast food. Begitu pula akses yang sulit belum tentu membuat seorang responden enggan mengunjungi restoran fast food selama ia memiliki uang saku yang besar, menyukai fast food dan memiliki alasan yang mereka anggap penting, misalnya untuk berkumpul dengan teman sebaya.
Kesimpulan yang didapatkan adalah uang saku merupakan faktor yang paling dominan dalam menentukan frekuensi konsumsi fast food modern siswa-siswi SMA Negeri di Kecamatan Tangerang Kota, Kota Tangerang, tahun 2013. Saran bagi penelitian selanjutnya mengadakan penelitian serupa secara longitudinal, dapat mengukur hubungan antara aksesibiltas (jarak sekolah terhadap restoran fast food, kemudahan akses dan uang saku) terhadap angka kejadian obesitas, dan dilakukan dalam cakupan wilayah yang lebih luas.


Kata kunci      : Obesitas, Fast food, Aksesibilitas, Jarak, Uang saku

Share this:

CONVERSATION

1 comments:

Powered by Blogger.