image1 image2 image3 image4 image5

HI I'M ADE PERMATA SURYA|NUTRITIONIST AND MBA HOLDER|BIG DREAMER WITH MORE ACTION|LET'S GIVE IMPACT AND CHANGE THE WORLD!

MARK PLUS CONFERENCE 2013 – 2












MARK PLUS CONFERENCE 2013 – 2



 SOCIAL – COMMUNITY PARALLEL CLASS
by Polygon, Mini, & Caring Colours

Untuk memasarkan produk, perusahaan perlu membentuk suatu komunitas konsumen agar terbentuk lingkungan yang baik dan mendukung pemasaran. Selain itu, dengan adanya komunitas maka akan terbentuk trend baru, dimana akan memancing konsumen lainnya menjadi repeater atau bahkan menjadi advocate.

Salah satu perusahaan yang memiliki dan selalu menjaga komunitas-nya adalah sepeda Polygon. Dalam seminar ini, direktur Polygon sharing ilmu bagaimana caranya membentuk suatu komunitas agar berjalan dengan baik. Terlebih, Brand Polygon ini sudah go International, dan tidak lagi terbatas di Indonesia, namun sudah dipakai oleh atlet-atlet professional dunia.



·        Menurutnya, Komunitas hanya akan menjadi komunitas yang besar apabila setiap anggotanya menjalankannya dengan “tulus”, bukan untuk kepentingan pribadi apalagi golongan. Karena jika sudah ada orang2 tertentu di dalamnya yang bertujuan membentuk komunitas ini untuk kepentingan tertentu, maka sulit bagi komunitas tersebut bertahan lama dan menjadi komunitas yang sukses.

·        Bagi sebuah perusahaan, komunitas itu adalah hal penting. Seperti sepeda, ada dua faktor utama mengapa orang membeli sepeda. Bisa karena alasan untuk transportasi atau alasan life style. Bagi penggemar sepeda, maka adalah hal yang menyenangkan apabila dapat bersama-sama bertukar pikiran dan bersepeda dengan komunitasnya.
·        Ada 3 hal yang dapat membuat komunitas terus hidup dan terus berjalan yaitu:
1.     Activity àKomunitas yang dibentuk harus memiliki aktivitas yang jelas, contohnya bersepeda malam hari di Jakarta. Hal ini untuk tetap menjaga solidaritas para anggota komunitas.
2.     Kebersamaan à Sama halnya dengan aktivitas, kebersamaan perlu dibentuk dan dibangun, dengan banyaknya aktivitas dan komunikasi yang berjalan dengan baik maka akan timbul kebersamaan, terutama dengan latar belakang hobi dan kesukaan yang sama.
3.     Place à Dibutuhkan tempat untuk berkumpul untuk dapat bebsa bersosialisasi satu sama lain. contohnya para member mencari trek bersepeda yang menantang.

·        Contoh-contoh program perusahaan dalam mendukung komunitas pesepeda diantaranya dengan menjadi sponsor diacara-acara fun bike, setiap tahunnya lebih dari 300 kegiatan disupport oleh polygon. selain itu Polygon aktif membuat acara “Polygon Goes to School” dimana sosialisasi ke kampus2, terutama kampus yang sudah menerapkan go green dengan sepeda sebagai salah satu alat transportasi mereka, misalnya dengan kampus UI. Polygon juga aktif melakukan sosialisasi di exhibition- exhibition.
·        Polygon memiliki sebutan khusus bagi konsumen dan komunitas mereka yang dinamakan “Polygoners”, hal ini membuat konsumen merasa berbeda dengan komunitas sepeda lainnya.
·         Bagi para polygoners ada hadiah-hadiah khusus, yaitu dengan menjawab kuis yang diadakan pada waktu-waktu tertentu.
·        Polygon juga secara berkala mengadakan event khusus bagi para polygoners, agar mereka dapat bertemu bersama. Adanya event inilah yang membuat komunitas terus tumbuh (secara kuantitas) dan tetap bersemangat (secara kualitas).
·        Produk membutuhkan role models. Polygen memilih model mereka dari para atlet professional dunia, tidak hanya itu, bahkan dari kalangan pemerintahan seperti presiden, juga dari kalangan pembisnis seperti para CEO. Hal ini dilakukan karena sebuah komunitas membutuhkan symbol dan tokoh.
·        Hal unik lainnya yang dilakukan Polygon adalah dengan menciptakan sepeda dengan desain khusus, seperti sepeda khusus wanita, sepeda desain khusus untuk perkotaan, dan sepeda desain khusus bagi para atlet dunia.
·        Polygon juga memiliki program tanggung jawab sosial, seperti CSR. dengan memberikan beasiswa bagi anak-anak sekolah, dan workshop safett cycling dimana para remaja diberi pelajaran untuk tertib berlalu lintas menggunakan sepeda.
Wow! Keren juga cara Polygon dalam memasarkan produknya, gak aneh mereka sudah go international, dan semua cara itu ga ada salahnya untuk kita coba alias patut ditiru oleh para Marketer dunia J

Selanjutnya adalah ilmu yang saya dapat dari PT Maxindo, yaitu perusahaan yang menjual mobil terkenal dengan brand “Mini”. Kalau di Indonesia, brand ini lebih dikenal dengan sebutan “Mini Cooper” yang harganya selangit sampai milyaran rupiah. Di sini, sang direktur mencoba menyampaikan bagaimana sih mobil yang kecil itu bisa memiliki fasilitas super mewah ditambah dengan harganya yang selangit. Tidak hanya itu, beliau pun turut berbagi ilmunya dalam membentu komunitas Mini di Indonesia. So, Check this out!


·        Mini merupakan brand mobil premium di dunia. atau tepatnya “Premium small car brand” dengan menonjolkan 2 hal yaitu “energetic” dan “excitement” bagi para penggunanya. Mini sendiri memiliki 7 model utama, dimana masing-masing model tersebut terdiri dari 5-6 lagi jenis mobil.
·        Mini sarat dengan teknologi di dalamnya yang serba canggih, dan interior yang dibuat mewah/ premium.
·        Mini memiliki brand campaign atau positioningnya dengan kalimat “Not Normal”. Dengan tujuan membuat para konsumennya merasa berbeda dari para konsumen mobil lainnya. Show room Mini di Indonesia bahkan menjadi salah satu the best show room di dunia dengan tema yang “tidak normal”. Brand campaign “not normal” ini juga dapat dilihat dari cara perusahaan memasarkan produknya, dengan membuat konsep acara launching, desain pameran, dan desain mobil yang tentunya tidak normal.
·        Mini memiliki komunitas yang bernama “Mini community” dimana setiap 2 tahun sekali perusahaan akan mempertemukan mereka. acara tersebut dikenal dengan “Mini United”. Di Indonesia sendiri, komunitas Mini dinamakan “Mini Club Indonesia” yang memayungi semua komunitas mini local di Indonesia. Club ini biasanya mengadakan convoy, bakti sosial dan kegiatan-kegiatan lainnya yang telah memiliki planning yang jelas.
·        Strategi yang dilakukan perusahaan untuk menjaga komunitas adalah: bikin acara yang berbeda, maka komunitasnya pun akan merasa berbeda atau tidak normal.
·        Tujuan utama dibuatnya komunitas adalah membuat komunitas tersebut berhasil.
·        Mini selalu membuat acara untuk menunjukkan mereka eksis dan mereka berbeda. Mini pun selalu memberikan yang lebih daripada ekspektasi para konsumennya, sehingga Mini tidak dapat diekspektasi.
·        Grafik pembeli Mini adalah orang-orang berusia >40 thn, namun dengan brand campaign not normal, energetic, excitement, Mini berhasil membuat para konsumennya berkata “Setiap saya mengendarai Mini, saya merasa kembali muda.” Salah satu cara yang dilakukan Mini misalnya dengan memasang lampu yang dapat berkelap-kelip, dan desain mobil yg energic dan muda.
Nah itu dia tadi rangkuman saya ketika mengikuti sesi kelas parallel, dimana saya memilih kelas social – community. Semoga bisa memberikan banyak manfaat bagi teman-teman terutama yang ingin membentuk suatu komunitas, atau bagi kalian para merketers yang ingin memasarkan produknya melalui cara membangun komunitas.
Tidak berhenti sampai di sini, di page selanjutnya, saya akan sharing ilmu yang saya dapat ketika mengikuti sesi kelas parallel “EXPERIENTAL: Experience Integrated Marketing Communication by Dwi Sapta.” dan “Innovation in The Paradox Era by Robert Wolcott” serta Industry Outlook in Indonesia 2014.

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.