image1 image2 image3 image4 image5

HI I'M ADE PERMATA SURYA|NUTRITIONIST AND MBA HOLDER|BIG DREAMER WITH MORE ACTION|LET'S GIVE IMPACT AND CHANGE THE WORLD!

RASULULLAH SAW. DAN PENGEMIS BUTA YANG MENCELANYA











RASULULLAH SAW. DAN PENGEMIS BUTA YANG MENCELANYA



Di sudut pasar Kota Madinah al-Munawwarah, terdapat seorang pengemis Yahudi yang buta kedua matanya. Setiap hari, dia mendekati orang-orang sambil berkata, “Wahai saudara-saudaraku, janganlah kalian mendekati Muhammad, karena dia itu orang gila, pembohong, tukang sihir, dan apabila kalian mendekati dia maka kalian akan dipengaruhinya.”

Di luar sepengetahuannya, setiap pagi, Rasulullah Saw. mendatanginya dengan membawakan makanan. Tanpa berkata sedikit pun, Rasulullah saw. menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis buta itu, meskipun pengemis tersebut selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang mendekati Muhammad.

Rasulullah saw. melakukan hal itu hingga menjelang beliau wafat. Dan setelah wafatnya Rasulullah Saw. tidak ada lagi orang yang membawakan makanan kepada pengemis Yahudi yang buta tersebut.

Suatu hari, Abu Bakar Ra. berkunjung ke rumah putrinya, Aisyah Ra. Beliau bertanya kepada putrinya, “Anakku, adakah sunnah Rasulullah Saw. yang belum aku kerjakan?”

Aisyah Ra. menjawab, “Wahai Ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah, dan tidak ada satu pun sunnah yang belum Ayah kerjakan, kecuali satu sunnah saja.”

“Apa itu?” Tanya Abu Bakar Ra.

Lalu Aisyah menjelaskan, “Setiap pagi, Rasulullah Saw. pergi ke ujung pasar dengan membawa makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana.”

Keesokan harinya, Abu Bakar Ra. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar Ra. bertemu dengan pengemis tersebut, dan dia berusaha melakukan perbuatan yang biasa dikerjakan oleh Rasulullah Saw. terhadap pengemis tersebut.

Ketika Abu Bakar Ra. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah engkau?!”
Abu Bakar Ra. menjawab, “Aku adalah orang yang biasa menyuapimu.”

“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku!” jawab si pengemis buta. “Orang yang biasa menyuapiku, apabila dia datang, tanganku ini tidak sulit untuk memegangnya dan mulutku juga tidak sulit untuk mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku dan menyuapiku selalu menghaluskan makanan terlebih dahulu dengan mulutnya, kemudia dia suapkan kepadaku.”

Mendengar penuturan tersebut, Abu Bakar Ra tidak dapat menahan air matanya. Dia menangis sambil berkata pada si pengemis, “Aku memang bukan orang biasa yang datang kepadamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia telah tiada. Dia adalah Rasulullah Saw.”

Mendengar pengakuan Abu Bakar Ra., pengemis itu menangis. Dan tanpa sadar, dia berkata, “Selama ini aku selalu menghina dan memfitnahnya, namun dia tidak pernah memarahiku. Bahkan dia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Dia begitu mulia.”


Kemudian pengemis tersebut bersyahadat di hadapan Abu Bakar Ra.

Sumber: Indra, Didik. Wasiat-wasiat Emas Rasulullah Saw. Yogyakarta: Najah.
sumber pict: ideax.blogdetik.com

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.